Tampilkan postingan dengan label Kontroversial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kontroversial. Tampilkan semua postingan

8.01.2011

Pria Ini Otak Pembunuhan 1500 Orang Meksiko


Seorang pria berusia 33 tahun ditangkap setelah mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan 1.500 orang di negara bagian Chihuahua, Meksiko, pada 30 Juli 2011. Pria ini juga ditengarai sebagai dalang pembunuhan konsulat Amerika Serikat dan suaminya di Ciudad Juarez pada 2010.

Menurut stasiun berita CNN, 31 Juli 2011, pria bernama Jose Antonio Acosta Hernandez ini adalah pimpinan kartel narkoba La Linea, yang anggotanya bekerja sebagai pembunuh bayaran untuk kartel Juarez. Acosta yang dikenal dengan nama "El Diego" ini adalah figur penting dalam kartel yang mengontrol rute penyebaran narkoba dari Ciudad Juarez ke AS.

Kepala Satuan Unit Anti Narkoba Meksiko, Ramon Pequeno, mengatakan bahwa Acosta juga mengakui dirinyalah yang merencanakan pembunuhan 15 orang di sebuah pesta di Ciudad Juarez tahun lalu. Sebagian besar dari 15 korban ini masih berusia remaja. Total, Acosta mengaku telah memerintahkan pembunuhan 1.500 orang di negara tersebut.

Pemerintah Meksiko sebelumnya menawarkan hadiah sebesar 15 juta peso (sekitar Rp11 miliar) bagi siapapun yang berhasil menangkap Acosta. Dihadirkan di acara konferensi pers di Mexico City, Acosta mengenakan rompi anti peluru dan dikawal pasukan khusus.

Para jaksa penuntut di AS ingin menyidang Acosta terkait kasus pembunuhan pegawai Konsulat AS, Lesley Rodriguez dan suaminya Arthur Redelfs, dan suami dari seorang pegawai konsulat lain, Jorge Alberto Salcedo pada 2010. Ketiga korban ditembak dalam perjalanan pulang dari sebuah acara sosial.

Rodriguez tewas saat sedang hamil empat bulan. Putrinya yang berusia tujuh bulan selamat dari tragedi itu dan ditemukan sedang menangis di jok belakang. Salcedo yang menaiki mobil terpisah, tewas oleh rentetan peluru yang ditembakkan sembarang saat sedang dalam perjalanan pulang.

Presiden Meksiko, Felipe Calderon, melalui akun Twitternya mengatakan penangkapan Acosta Jumat lalu adalah pukulan terbesar bagi organisasi kriminal di Ciudad Juarez sejak operasi tahun 2010. Sebelumnya, Calderon menyatakan perang terhadap kartel narkoba dengan mengirimkan 5.000 pasukan ke Ciudad Juarez.

Akibat perang antara pemerintah dan kartel di kota ini, ribuan orang tewas. Dilaporkan, lebih dari 2.600 tewas di kota ini tahun lalu, menjadikan Ciudad Juarez salah satu kota paling berbahaya di Meksiko.


7.21.2011

Ada Jingle Sari Roti di Telewicara Nazaruddin





Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin kembali mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang menyerang  Demokrat. Serangan yang difokuskan kepada sang Ketua Umum Anas Urbaningrum itu terekam dalam wawancara live di Metro TV pada Selasa, 19 Juli 2011 sekitar pukul 17.30 WIB.

Dalam wawancara langsung di stasiun televisi swasta itu terdengar ada suara janggal. Pada rekaman bagian dua wawancara yang dipandu presenter Indra Maulana itu, terdengar jingle iklan Sari Roti.

Nada itu terdengar dua kali, yakni di menit ke 00.53 dan di menit 01.23. Suara jingle Sari Roti yang terdengar pertama di saat Nazaruddin sedang menyampaikan pihak-pihak yang merekayasa kasusnya.

Jingle Sari Roti pertama tidak jelas terdengar. Tetapi, yang kedua kembali terdengar di sekitar menit 01.23. Di bagian ini terdengar jelas bagian intro jingle. Ini saat Nazaruddin sedang membeberkan dana yang digelontorkan untuk memenangkan Anas Urbaningrum di Kongres Partai Demokrat lalu di Bandung. Anas sendiri sudah membantah keras semua tuduhan Nazaruddin.

VIVAnews.com telah menyunting bagian video di mana terdengar jingle itu di menit ke 00.31 dan di 01.02. Tonton videonya di samping artikel ini.

Pemimpin Redaksi Metro TV Elman Saragih mengaku tidak tahu soal jingle Sari Roti itu. "Kami tidak tahu soal sound Sari Roti itu. Kami tidak dengar waktu wawancara," kata Elman saat dihubungi VIVAnews.com, Kamis, 21 Juli 2011.

Elman menegaskan, selama ini yang proaktif melakukan wawancara langsung adalah Nazaruddin sendiri. Dialah yang aktif menghubungi Metro TV setiap kali siaran langsung wawancara lewat telepon.

Ada beberapa kemungkinan dari mana suara itu berasal. Pertama, bisa bersumber dari ringtone telepon selular. Kedua, memang berasal langsung dari gerobak keliling pedagang Sari Roti.
Kemungkinan itu memunculkan sederet pertanyaan. Jika merupakan ringtone, apakah telepon selular yang menjadi sumber ada di sekitar Nazaruddin ataukah di dalam studio Metro TV--yang biasanya disterilkan dari suara apapun saat siaran langsung? Ataukah itu datang dari pedagang Sari Roti yang berkeliling di dekat lokasi Nazaruddin berada? Atau, apakah Nazaruddin kini sudah berada di Indonesia?

"Jadi, kami tidak tahu di mana posisi yang bersangkutan. Kami dihubungi, ya dapat durian runtuh saja. Mungkin di sana juga ada sound seperti itu. Yang jelas, kami tak tahu menahu keberadaan yang bersangkutan," Elman menegaskan.



Sumber: http://nasional.vivanews.com/news/read/234756-ada-jingle-sari-roti-di-telewicara-nazaruddin

5.05.2011

Bukti-Bukti Kunjungan Anggota DPR Sia-Sia

Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA) menilai, kunjungan kerja komisi VIII DPR RI yang dipimpin oleh Abdul Kadir Karding ke Australia tidak bermanfaat atau sia-sia. Selain memboroskan anggaran negara.

Banyak hal tidak efektif terkait kunjungan yang dilakukan sejak Rabu 26 April sampai dengan Senin 2 Mei 2011 tersebut. Sikap PPIA tertuang dalam lima analisa dan rekomendasi khusus hasil perjalanan 16 anggota komisi VIII ke Australia dalam rangka menggodok RUU tentang Fakir Miskin.

Pertama, RUU penanggulangan fakir miskin (PFM) tidak diperlukan karena telah ada UU Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) tahun 2004 dan UU Kesejahteraan Nasional (2009).

“DPR harusnya memastikan implementasi UU SJSN dan UU Kesejahteraan Sosial sebelum membuat sebuah draf baru yang berusaha mengelola isu kebijakan sosial untuk fakir miskin,” tulis PPIA seperti dalam rilis yang diterima oleh VIVAnews.com, Selasa 3 Mei 2011.

Kedua, menurut mereka, pemilihan Australia sebagai tempat studi banding adalah tidak relevan. Seharusnya, untuk belajar penanggulangan kemiskinan, anggota DPR lebih baik belajar di negara-negara yang memiliki kedekatan sejarah, sosial dan budaya dengan Indonesia seperti Jepang, Korea Selatan, Taiwan, China dan India.

“Dalam hal ini, kami menyayangkan kepergian Tim Panja ke Australia,” dalam rilis yang ditandatangani Ketua Umum PPIA, Mochamad Subhan Zein.

Ketiga adalah terkait dengan jumlah rombongan yang dinilai mubazir, sehingga melakukan pemborosan anggaran.

Keempat, perolehan informasi yang seharusnya bisa di dapat di Indonesia.

Kelima, kendala bahasa. Banyak anggota DPR yang tidak cakap berbahasa Inggris.

“Metode ceramah yang dilakukan seharusnya bisa dilakukan di Indonesia. Dan materi-materi yang dipaparkan pun bisa didapatkan melalui situs di internet,” kata PPIA.
 
 

4.19.2011

Bocah 8 Tahun Masuk Daftar Teroris AS !!

Seorang bocah berusia delapan tahun harus rela digeledah setiap kali akan menumpang pesawat terbang. Anak asal New Jersey itu harus mengalami kejadian tak menyenangkan tiap kali akan terbang, karena namanya masuk daftar intai teroris di Amerika Serikat.

Michael “Mickey” Hicks yang berayahkan mantan angkatan laut AS dan ibu seorang wartawan foto menjadi target petugas keamanan di bandara sejak berusia dua tahun.

“Bagaimana bisa seorang anak menjadi teroris?,” kata sang ibu, Najlah Feanny Hicks, seperti yang dikutip dari laman The Times, Minggu 17 Januari 2010.Michael adalah salah satu dari 2.500 orang dalam daftar cekal terbang yang dikeluarkan pemerintah AS. Orang-orang ini dianggap berbahaya untuk menumpang pesawat udara. Nama Mickey masuk dalam daftar 13.500 nama yang harus menjalani pemeriksaan ekstra ketat di bandara.

Perlakuan tidak layak mulai diterima Michael saat berusia dua tahun. Saat bepergian dengan orangtuanya, dia tak mendapat tiket dalam perjalanan ke Florida karena menurut petugas bandara di Newark, New Jersey, namanya tercantum dalam daftar cekal terbang. Dalam perjalanan ke Bahama baru-baru ini, petugas bandara menggeladah Michael saat akan berangkat dan sepulang dari perjalanan tersebut.

Michael merupakan korban meningkatnya sistem pengamanan bandara-bandara AS. Sejak percobaan serangan bom yang gagal di Bandara Detroit hari natal tahun lalu, petugas bandara memperketat pengawasan penumpang. pemerintah AS mengeluarkan daftar intai dan daftar cekal penumpang.

Penyebabnya adalah Umar Farouk Abdulmutallab yang mencoba meledakkan bom di pesawat terbang AS tepat pada hari natal. Sebelum kejadian, ayah Abdulmutallab telah memperingatkan kedutaan AS di Nigeria akan aksi anaknya.


Pemerintah AS mengidentifikasi Abdulmutallab sebagai salah satu dari 550.000 nama teroris sesuai data Terrorist Identities Datamart Environment. Namun namanya tidak tercantum dalam daftar cekal terbang (no-fly) atau daftar khusus (selectee). Akibatnya, Abdulmutallab mampu melalui tiga lapis pemeriksaan dan melenggang ke pesawat menuju Detroit.

Sejak itu, pemerintah AS menaruh perhatian lebih pada penumpang beragama Islam. Presiden Barack Obama juga memerintahkan pemeriksaan intensif penumpang yang berasal dari Nigeria dan 13 negara yang diduga sebagai markas teroris.


Pada sebuah situs, Transportation Security Administration (TSA) yang bertanggungjawab atas keamanan bandara bersikukuh bahwa bocah delapan tahun tersebut masuk dalam daftar cekal terbang.

“Maskapai penerbangan harus menahan anak berusia delapan tahun yang ada dalam daftar intai. Tidak perduli usia delapan atau 80, kalau masuk dalam daftar intai dan cekal terbang, mereka tidak boleh terbang,” tulis pernyataan tersebut.Ibu Michael, Najlah Feanny Hicks telah melayangkan permintaan kepada anggota kongres agar anaknya keluar dari daftar cekal. “Dia dicekal pada usia dua tahun, tiga, empat dan lima. Sekarang sungguh menakutkan karena dia telah berusia delapan tahun. Apa yang terjadi saat dia berusia 16 tahun nanti?,” ungkapnya pada stasiun televisi CBS2.
 
 

Ringkasan Bukti Kesesatan Film "?" (Tanda Tanya)


Film "?" yang disutradarai Hanung Bramantyo penuh dengan fitnah, kebencian dan merendahkan martabat Islam dan umat Islam. Film tersebut betul betul penuh dengan ajaran sesat pluralisme yang menjadi saudara kandung atheisme dan kemusyrikan.


Pertama, ketika pembukaan sudah menampilkan adegan penusukan terhadap pendeta, kemudian bagian akhir pengeboman terhadap Gereja. Jelas secara tersirat dan tersurat, sang sutradara menuduh pelakunya orang yang beragama Islam dan umat Islam identik dengan kekerasan dan teroris.

Kedua, menjadi murtad yang dilakukan oleh Endhita (Rika) adalah suatu pilihan hidup. Kalau semula kedua orangtua dan anaknya menentangnya, akhirnya mereka setuju. Padahal dalam Islam murtad adalah suatu perkara yang besar dimana hukumannya adalah qishash (hukuman mati), sama dengan zina yang dirajam.

Ketiga, muslimah berjilbab, Menuk (Revalina S Temat) yang merasa nyaman bekerja di restoran Cina milik Tan Kat Sun (Hengki Sulaiman) yang ada masakan babinya. Sang sutradara ingin menggambarkan seolah-olah babi itu halal. Terbukti pada bulan puasa sepi, berarti restoran itu para pelanggannya umat Islam.

Keempat, seorang takmir masjid yang diperankan Surya (Agus Kuncoro) setelah dibujuk si murtadin Menuk, akhirnya bersedia berperan sebagai Yesus di Gereja pada perayaan Paskah. Apalagi itu dijalaninya setelah dia berkonsultasi dengan ustad muda yang berfikiran sesat menyesatkan pluralisme (Mungkin sesuai dengan hidupnya) yang diperankan David Chalik.

Namun anehnya, setelah berperan menjadi Yesus demi mengejar bayaran tinggi, langsung membaca Surat Al Ikhlas di Masjid. Padahal Surat Al Ikhlas dengan tegas menolak konsep Allah mempunyai anak dan mengajarkan Tauhid. Apa sang sutradara ini kurang waras?

Kelima, tampaknya betul betul memang sudah gila, masak pada hari raya Idul Fitri yang penuh dengan silaturahmi dan maaf memaafkan, umat Islam melakukan penyerbuan dengan tindakan anarkhis terhadap restoran Cina yang tetap buka sehari setelah Lebaran. Bahkan sebagai akibat dari penyerbuan itu, akhirnya si pemilik Tan Kat Sun meninggal dunia.

Setelah itu anaknya Ping Hen (Rio Dewanto) sadar dan masuk Islam demi menikahi Menuk setelah menjadi janda karena ditinggal mati suaminya Soleh (Reza Rahadian), seorang Banser yang tewas terkena bom setelah menjaga Gereja pada hari Natal. Jadi orang menjadi muslim niatnya untuk menikahi gadis cantik. Sebagaimana sang sutradara yang berfaham Sepilis dengan kejam menceraikan istri yang telah melahirkan satu anak demi untuk menikahi gadis cantik yang jadi pesinetron. Film ini seolah olah menggambarkan kehidupannya sendiri ya ?

Keenam, si murtadin Endhita minta cerai gara-gara suaminya poligami. Karena dendam, kemudian dia menjadi murtad. Sepertinya sang sutradara ingin mengajak penonton agar membenci poligami dan membolehkan murtad. Padahal Islam membolehkan poligami dan dibatasi hingga empat istri dan melarang dengan keras murtad dengan ancaman hukuman qishash.

Seandainya sang sutradara setuju dengan poligami dengan menikahi si pesinetron itu, mungkin dia tidak perlu menceraikan istri dan menelantarkan anaknya sendiri sehingga tanpa kasih sayang seorang ayah kandung dan dengan masa depan yang suram. Kasihan benar anak dan mantan istrinya, korban dari seorang ayah yang kejam penganut faham pluralisme dan anti poligami.

Ketujuh, Sang sutradara betul betul menghina Allah SWT dengan bacaan Asmaul Husna di Gereja dan dibacakan seorang pendeta (Deddy Sutomo) dengan nada sinis dan melecehkan. Masya' Allah !

Kedelapan, memfitnah Islam sebagai agama penindas dan umat Islam sebagai umat yang kejam dan anti toleransi terhadap umat lain terutama Kristen dan Cina. Padahal sesungguhnya meski mayoritas mutlak, umat Islam Indonesia dalam kondisi tertindas oleh Kristen dan Katolik serta China yang menguasai politik, ekonomi dan media massa.

Hanung betul betul buta, tidak melihat kondisi umat Islam di negara lain yang minoritas seperti Filipina Selatan, Thailand Selatan, Myanmar, India, Cina, Asia Tengah, bahkan Eropa dan AS. Mereka sekarang dalam kondisi tertindas oleh mayoritas Kristen dan Katolik, Hindu, Budha dan Komunis. Jadi fikirannya benar-benar subyektif dan dipenuhi dengan hati penuh dendam terhadap umat Islam.

Kesembilan, film ini mengajarkan kemusyrikan dimana semua agama itu pada hakekatnya sama untuk menuju tuhan yang sama. Kalau semua agama itu sama, maka orang tidak perlu beragama. Jadi film "?" ini dengan sangat jelas mengajarkan faham atheisme dan komunisme.

Terakhir, bertobatlah segera sebelum azab Allah SWT menimpa anda, wahai sang sutradara, karena hidup di dunia ini hanya sementara dan tidak abadi. Belajarlah kembali mengenai Islam yang benar sesuai dengan Al Qur'an dan As Sunnah, bukan Islam yang diambil dari kaum Orientalis Barat dan para sineas berfaham sepilis yang sudah sangat jelas memusuhi Islam dan umat Islam.

Manado Berhasil Membuat Tugu Suci Yahudi Terbesar Sedunia !!!

Sebuah tugu baru menjulang setinggi 62 kaki di sebuah puncak dataran tinggi pinggiran kota Manado. Bangunan itu tidak lain sebuah menorah raksasa, yang mungkin ukurannya paling besar di seluruh dunia. Menorah adalah salah satu lambang suci peribadatan Yahudi.

Lama dikenal sebagai daerah yang banyak dihuni penganut dan misionaris Kristen, wilayah tersebut kini semakin banyak menampakkan identitas Yahudi. dengan restu dari pemerintah daerah setempat, orang-orang keturunan Yahudi Belanda membuat ruang bagi komunitas mereka di kawasan itu.
 
Bendera-bendera Israel terlihat di pelataran ojek dekat tugu menorah raksasa. Salah satunya terletak di dekat sebuah sinagog yang dibangun sekitar enam tahun lalu. Bintang daud besar menghiasi langit-langit sinagog itu. Tugu, sinagog dan fasilitasnya semua dibangun dengan biaya dari kas pemerintah daerah.

Sebelum meminta bantuan dari komunitas Yahudi lain di luar Indonesia, kaum Yahudi setempat mempelajari ajaran agama mereka lewat internet. Halaman-halaman Taurat hasil cetakan dari internet mereka kumpulkan. Rekaman video berisi ajaran Yahudi mereka unduh dari YouTube. Mereka bertanya tentang agamanya kepada Rabi Google.

"Kami hanya berusaha menjadi Yahudi yang baik," kata Toar Palilingan, 27, sebagaimana dikutip The New York Times (22/11). Memimpin sebuah acara makan malam perayaaan Sabbath di kediaman keluarganya, Toar mengenakan pakaian ala Yahudi, dengan topi hitam lebar, kemeja putuh dengan setelan jas warna hitam.

Bersama sekitar sepuluh orang Yahudi, mereka biasanya beribadah di sebuah sinagog peninggalan Belanda di pinggiran kota Manado. "Tapi jika dibandingkan dengan Yahudi di Yerusalem atau Brooklyn," kata Toar Palilingan yang kini juga dikenal dengan nama Yaakov Baruch, "kami belum sebanding."

Indonesia dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatik, namun sejak berpuluh-puluh tahun lalu secara diam-diam pemerintah telah melakukan kerjasama di bidang militer dan ekonomi dengan negara Zionis itu. Beberapa tahun belakangan, para pengusaha dari Israel dan Yahudi dari negara lain secara diam-diam berkunjung ke Indonesia untuk mencari peluang usaha.

Salah satu di antaranya adalah Moshe Kotel. Pria berusia 47 tahun ini lahir di El Salvador namun memiliki kewarganegaraan Israel dan Amerika Serikat. dia telah mengunjungi Manado setiap tahun sejak 2003 dan memiliki bisnis telur organik. Kotel yang memiliki istri orang Manado mengatakan gugup, ketika pertama kali mendarat di bandara setempat.

"Waktu itu sudah pukul 11 malam. dan saya membawa tefilin," cerita Kotel. Tefilin adalah sepasang kotak kulit kecil hitam tempat menyimpan gulungan perkamen berisi ayat-ayat Torah yang biasa dililitkan di tangan dan lengan ketika mereka membaca kitab sucinya.

"Tapi setelah melihat ada bendera-bendera Israel di taksi-taksi bandara, saya selalu merasa diterima di sini," katanya. Pemerintah Sulawesi Utara mendirikan tugu menorah itu tahun lalu dengan biaya 150 ribu dolar AS, kata Margarita Rumokoy, kepala dinas Pariwisata setempat.

Denny Wowiling, seorang anggota DPRD, mengatakan dirinya mengajukan pembangunan menorah itu setelah melihat tugu serupa yang terdapat di depan gendung Knesset di Israel. Katanya, dia berharap tugu itu dapat menarik turis-turis dan pengusaha dari Eropa berkunjung ke daerahnya. "Agar orang-orang Yahudi melihat bahwa ada simbol sakral ini, simbol sakral mereka, di luar negaranya," kata denny yang seorang penganut Kristen Pantekosta.

Dua tahun sebelum menorah raksasa itu didirikan, sebuah developer Kristen juga mendirikan patung Yesus setinggi 98 kaki di puncak sebuah bukit di sana. Ukurannya sekitar 3/4 dari patung Kristus Redeemer yang terkenal dari kota Rio de Janeiro.

Menurut Anthony Reid, seorang pakar masalah Asia Tenggara di Universitas Nasional Australia, pada masa penjajahan Belanda komunitas Yahudi menguasai bisnis di banyak kota dagang di Indonesia. Seringkali mereka menjalani usaha real estate, bertindak sebagai penghubung antara pemerintah kolonial dan penguasa setempat.

Pada masa sebelum kemerdekaan, keluarga keturunan Yahudi Belanda di Menado menjalankan agama mereka secara terang-terangan. Setelah itu mereka pindah agama Kristen atau Islam dengan alasan untuk keamanan. "Kami menyuruh anak-anak agar jangan pernah bicara tentang leluhur Yahudi kami," kata Leo van Beugen, 70, yang dibesarkan sebagai pengikut Katolik Roma. "Jadi cucu-cucu tidak tahu." Van Beugen adalah kakek-pamannya Toar Palilingan.
 
Baru lebih dari sepuluh tahun lalu, ketika mereka berdebat tentang Bibel dan Musa, nenek-bibinya mengungkap tentang darah Yahudi mereka. Toar Palilingan yang bekerja sebagai dosen di Universitas Sam Ratulangi, memiliki ayah seorang Kristiani dan ibu seorang Muslim. Mereka juga menjadi dosen di tempat yang sama. Saudara dari keluarga ibunya merupakan keturunan imigran Yahudi Belanda abad ke-19, Elias van Beugen.

Nenek-bibinya menyarankan Toar menemui keluarga Bollegraf, salah satu keluarga Yahudi terpandang di Menado. Oral Bollegraf yang kini berusia 50 tahun, menganut Kristen Pantekosta sepanjang hidupnya, tapi dia tahu bahwa kakeknya adalah orang yang memelihara satu-satunya sinagog di Menado di rumah keluarganya.

"Dulu kami tidak tahu kalau kami Yahudi," kata Bellograf yang belum lama ini mengunjungi Israel bersama Toar Palilingan. "Tapi semua orang di kota ini mengetahui kami keluarga Yahudi." Toar melakukan kontak dengan rabi Mordechai Abergel, seorang utusan gerakan Chabad Labavitch di Singapura. Chabad Lubavitch sendiri bermarkas di Brooklyn, Amerika Serikat. Menurut Abergel, Toar Palilingan telah melakukan sebuah "usaha yang hebat" untuk menyambung kembali akar Yahudinya, meskipun dia belum melakukan perpindahan agama secara penuh.

Untuk menunjukkan komitmennya pada apa yang dia sebut sebagai 'kemurnian' ajaran Yahudi ultra Ortodoks, Toar Palilingan kadang mengenakan pakaian khas Yahudi berupa setelan warna hitam putih saat berada di tempat-tempat umum di Manado, bahkan ketika dia berada di Jakarta. "Kebanyakan orang Indonesia belum pernah bertemu orang Yahudi, jadi mereka mengira saya dari Iran atau tempat lain," kata Toar.

Minahasa Utara adalah sebuah kabupaten yang mayoritas penduduknya adalah umat Kristen. Menurut Margarita Rumokoy, kepala Departemen Pariwisata Pemkab Minahasa Utara, Pemda mendirikan menorah raksasa tahun lalu dengan biaya sebesar 150 ribu dolar AS.

Denny mengaku, dialah yang mengusulkan gedung menorah tersebut, setelah melakukan studi banding di depan Knesset di Israel. Dia berharap untuk dapat menarik wisatawan dan pengusaha dari Eropa.
 
“Menorah ini juga dipersembahkan bagi orang Yahudi, agar orang-orang Yahudi tahu bahwa ada simbol mereka sakral di sini. Bahwa simbol sakral mereka juga ada di luar negara mereka,” kata Denny yang notabene penganut Kristen Pantekosta.

Anggota DPRD ? Ada Dibalik semua itu ? Dan Kita tak Tahu Menahu ? Uang rakyat yang notabene mayoritas indonesia Muslim dihambur-hamburkan hanya untuk untuk cari muka kepada orang Israel? Anda betul betul tak berpikir bapak dewan ?
 
 

4.10.2011

MUI: Film Tanda Tanya Mendukung Orang Murtad



Untuk kesekian kali, sutradara Hanung Bramantyo kembali menui kecaman. Setidaknya, dua institusi besar, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Banser Nahdlatul Ulama menyatakan kekecewaannya.

Film terbaru garapan Hanung yang berjudul '?' (baca:Tanda Tanya) yang mulai menghiasi layar lebar di Indonesia pada 7 April 2011 dan diputar perdana di Planet Hollywood, Jakarta Selatan dinilai MUI telah menyebarkan paham syirik modern bernama “pluralisme agama”.

“Setelah saya menyaksikan film TANDA TANYA, karya Hanung , produksi Mahaka Picture (Kelompok Republika), saya menyatakan; "Film itu menyebarkan paham syirik modern (Pluralisme Agama), mendukung orang murtad dari Islam, menyatakan semua agama menuju Tuhan yang sama, mencampuradukkan antara tauhid dan syirik, antara iman dan kufur, dan berlebih-lebihan dalam menggambarkan konflik antar agama,” demikian disampaikan KH A.Cholil Ridwan, Ketua MUI Bidang Budaya kepada redaksihidayatullah.com, Kamis (07/3) malam.

Selain itu, Kiai Cholil juga meminta kaum Muslim agar waspada terhadap propaganda kemusyrikan berkedok membina kerukunan seperti film yang telah dikampanyekan Hanung tersebut. Kiai Cholil mengingatkan, dalam al-Quran Surat Al An’am: 112 telah disebutkan, bahwa Allah telah menjadikan setan-setan dari jenis manusia yang selalu membisikkan kata-kata indah untuk menipu.

Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jika Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.” [Quran Surat 6:112]

Sementara itu di tempat berbeda, Banser Nahdlatul Ulama (NU) Cabang Kota Surabaya juga mengecam penayangan film tersebut yang dinilai telah mendiskreditkan sosok Banser.

Sekretaris Satkorcab Banser Kota Surabaya M Hasyim As'ari, Rabu (6/4) mengatakan, protes tersebut dilakukan karena dalam film tersebut Hanung menukil peran Soleh sebagai sosok Banser dengan beragam perannya sesuai fakta di masyarakat.

Menurut Hasyim, Hanung harus meminta maaf kepada para tokoh Banser sekaligus merevisi film tersebut. "Banyak yang tidak terima penggunaan seragam Banser yang tanpa meminta izin itu," kata Hasyim dikutip Antara.

Sebelum ini, sejumlah tokoh Islam pernah mengecam film karyanya yang berjudul Perempuan Berkalung Sorban (PBS). KH. Prof Dr Ali Mustafa Yakub, Wakil Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang dinilai telah mendiskreditkan pesantren.

Sementara itu, sineas Chaerul Umam berkesimpulan, film PBS sarat dengan propaganda paham liberalisme, budaya jahiliyah, bahkan nilai-nilai Kristiani. Dicontohkannya, dalam salah satu adegan film itu, Annisa (santriwati tokoh utama PBS yang diperankan Revalina S. Temat) mengajak bekas pacarnya, Khudori, untuk berzina di kandang kuda. Meski Khudori menolak, namun keduanya sudah kadung ketangkap basah. Hanya dengan bukti jilbab Annisa yang terlepas dari kepala, massa menuntut keduanya dihukum rajam.
 
 

4.02.2011

Mungkinkah ini Rahasia Ayam Goreng Murah di Pinggir Jalan ??

Pernah membeli ayam goreng di pinggir jalan yang tampilannya seperti gambar disamping dengan harga sangat murah jika dibandingkan dengan harga mentahnya? Walaupun kelihatan mirip sekali dengan ayam goreng benaran, ternyata harga murah tidak menjamin kenyamanan kita dalam berpetualang lidah. Berikut telusuran team lakalaka yang diambil dan dirangkum lewat berbagai sumber.





Calon "Ayam Goreng" Di bakar untuk menghilangkan bulu

Inilah penampakan calon 'ayam goreng' yang sudah di cuci oleh si pedagang
 
Setelah dicuci, calon "Ayam Goreng" dipotong potong sebelum dimasak hingga menyerupai daging ayam

Kemudian diberi berbagai bumbu untuk menyamarkan rasa sebelum masuk penggorengan

Calon "Ayam Goreng" pun sekarang sudah tampil sebagaimana Ayam Goreng Betulan
 
Ayam Goreng palsu ini disajikan dengan hangat dan ditata sedemikian rupa untuk mengelabui mata pembeli

Kira kira begini hasilnya setelah disantap sebagian
Sekedar untuk berjaga jaga, Dibawah ini kami berikan sedikit tip untuk membedakan antara ayam goreng tikus dengan ayam goreng beneran:

1. Dari dagingnya, walaupun sama-sama putih dan rasanya benar-benar mirip, akan tetapii daging tikus lebih banyak lemaknya dan seratnya lebih halus daripada ayam benaran (seperti foto diatas yang penuh dengan minyak dibagian paha).

2. Dari kulitnya, perhatikan lebih teliti lagi apakah pori-porinya besar atau kecil. Kalau pori-pori kecil, kemungkinan yang pernah tumbuh adalah rambut. Pori-pori dari bulu (ayam) adalah lebih kasar daripada pori-pori bulu (tikus)

3. Dari tulangnya (emang yang ini agak susah), kalau ayam: bagian dada ya ada si tulang rawan, kalo di paha ya tulang paha yang besar itu, kalo punggung ya tulang rusuk, dsb. Kalau tikus akan terdapat sedikit sekali tulang di bagian punggung nya, dsb.

4. Dari harga, kalau harganya terlalu murah, lebih banyak kemungkinan kalau adalah ayam goreng jadian

5. Kalau tukang ayamnya dekat dengan rumah, datangi tuh tukang ayam sesering mungkin untuk membeli sayap. Kalo ga pernah ada sayapnya, patutlah anda curigai karena seperti kita tahu, salah satu ciri khas unggas adalah bagian sayap, yang tentunya tidak mungkin ada pada tikus. 




Sekali Lagi, artikel ini bukan untuk menyudutkan seseorang maupun membuat hal-hal yang tidak ingin terjadi, tetapi ini hanyalah sebagai PEMBELAJARAN untuk tiap-tiap orang. 

3.26.2011

Warisan Asli Budaya Indonesia Yang Diperjulabelikan ke Negara Lain

Saya tidak tahu apakah harus sedih, marah atau menyesali hal yang akan saya sampaikan ini. Bagaimana tidak warisan budaya yang asli Indonesia dan bisa dikatakan nilainya sama dengan candi-candi yg ada di Indonesia karena ini berkaitan dengan sejarah di Indonesia sendiri. Waktu saya iseng2 melihat barang2 yang dijual di E-Bay, saya menemukan beberapa barang yang sebenarnya warisan budaya dan sejarah Indonesia khususnya pulau Jawa, tapi diperjual belikan di E-bay dengan bebas dengan harga yg bisa dikatakan relatif murah untuk sebuah benda warisan budaya. yang lebih mengherankan lagi, benda2 ini dijuala atas nama dan hak orang lain. Ini dia beberapa benda yang saya temukan :

Terakota Majapahit, arsitektur Jawa

Dua ubin terakota majapahit, arsitetur Jawa

Anting emas Majapahit, ornamen Jawa

coba anda perhatikan lingkaran2 merah di atas, apakah itu sebuah kewajaran bagi orang Indonesia??
 
 

3.15.2011

Gara-gara WikiLeaks, Obama Batal Telepon SBY ?

Dokumen Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta yang dibocorkan WikiLeaks mulai berdampak pada hubungan kedua kepala negara. Usai dokumen bocor ke publik, Presiden AS Barack Obama dilaporkan membatalkan rencana menelepon Presiden SBY di istana negara.
 
Hal ini dilansir dari kantor berita Sydney Morning Herald (SMH), salah satu harian Australia yang membocorkan dokumen WikiLeaks, Selasa, 15 Maret 2011, yang mengutip informasi dari salah seorang pejabat Gedung Putih yang tak disebutkan namanya.

Menurut sumber SMH, Obama dijadwalkan menelepon SBY pada Jumat, 11 Maret 2011, sebelum bocoran WikiLeaks diberitakan di headline SMH dan The Age. Namun dibatalkan, ditengarai karena adanya pemberitaan dari kedua harian tersebut.

"Obama seharusnya menelepon Yudhoyono pada Jumat, tapi ketika dokumen WikiLeaks dibocorkan, hal itu (rencana menelepon) tidak dilakukan," ujar sumber yang dikatakan dapat dipercaya. 

Obama, ujarnya, sebelumnya hendak menelepon untuk membicarakan East Asia Summit yang akan dilakukan di Jakarta pada tahun ini. Sumber SMH juga mengatakan, pembatalan ini diambil Obama setelah melakukan pembicaraan dengan beberapa stafnya.

Jikapun jadi dilakukan, ujar sumber lagi, Obama diragukan akan menyinggung masalah bocoran WikiLeaks, maupun menyampaikan penyesalannya akibat kebocoran tersebut, seperti dilakukan oleh Duta Besar AS untuk Indonesia, Scot Marciel.

Juru bicara kepresiden, Teuku Faizasyah, saat dikonfirmasi oleh VIVAnews, membantah adanya pembatalan telepon antara kedua kepala negara. Dia mengatakan bahwa AS pernah meminta dijadwalkan berbicara dengan SBY, namun belum dipastikan tanggal dan jamnya.

"Saya rasa berita itu tidak benar. Memang ada keinginan dari AS untuk menelepon, tapi belum dipastikan tanggalnya," ujar Faizasyah.

Meski demikian, tulis SMH, hubungan Indonesia dan AS telah menegang akibat adanya publikasi WikiLeaks. Menurut dokumen kabel diplomatik yang bocor di laman tersebut, SBY telah memerintahkan penghentian penyelidikan dugaan korupsi terhadap Taufik Kiemas, menggunakan jasa intelijen untuk memata-matai lawan politknya, dan menerima dana dari Tomy Winata.

Ibu negara, Ani Yudhoyono, juga dikatakan menggunakan posisinya untuk mengambil keuntungan pribadi dengan menjadi broker bagi berbagai pelaku bisnis.

Dubes AS, Scot Marciel, pada konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, tak menyangkal maupun membenarkan hal itu. Namun, dia menjelaskan sifat dari kabel diplomatik yang menurutnya hanyalah informasi yang setengah-setengah, dan tidak utuh. Informasi kabel juga tidak mempengaruhi kebijakan luar negeri yang diambil AS.

Berbagai tokoh disebutkan dalam bocoran juga telah menyampaikan bantahannya. Termasuk diantaranya adalah Presiden SBY dan pengusaha Tomy Winata.


Sumber: http://dunia.vivanews.com/news/read/209530-gara-gara-wikileaks-obama-batal-telepon-sby

3.11.2011

WikiLeaks : SBY Dituding Melindungi Koruptor

Bocoran kawat WikiLeaks kembali berulah. Kali ini bocoran kawat dari Kedubes AS di Jakarta itu memuat soal Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang dinilai menyalahi kewenangannya.

Berita ini dimuat di halaman utama Harian The Age, Australia, Jumat, dengan judul 'Yudhoyono Abused Power'. Dalam tulisannya, SBY dituding terlibat kasus korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan.

Dalam kawat yang tidak diketahui nomor dokumennya itu, SBY dikatakan secara personal terlibat untuk mempengaruhi jaksa penuntut dan hakim untuk melindungi sejumlah tokoh politik.

SBY juga dikatakan menggunakan Badan Intelejen Negara untuk memata-matai sejumlah rival politiknya, termasuk salah satu mantan menteri senior di kabinetnya. Dokumen juga menunjukkan, mantan wapres SBY membayar jutaan dolar AS untuk membeli pengaruh di salah satu partai terbesar di Indonesia. "Istri Presiden SBY dan keluarganya memperkaya diri sendiri lewat koneksi politiknya," demikian WikiLeaks.

Kabar 'buruk' ini ditayangkan media Australia saat Wapres Boediono sedang kunjungan kenegaraan di negara tersebut. Sebelumnya, Boediono mengatakan hubungan Australia-Indonesia memang 'panas dingin'.
 
 

3.10.2011

Perlukah Nurdin Halid di Khadafy-kan ?

Siapa yang tidak kenal dengan nama “Nurdin Halid”. Sosok yang fenomenal ini telah menggegerkan seluruh rakyat Indonesia dengan kasus-kasusnya dalam dunia persepakbolaan Indonesia. Ya, nama Ketua Umum PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) ini meroket bak pesawat terbang yang melaju ke angkasa dengan kecepatan penuh, mengalahkan ketenaran dari nama Gayus Tambunan. “Mantan narapidana” ini dengan leluasa ingin kembali menjabat sebagai Ketua Umum PSSI untuk periode selanjutnya, padahal selama Nurdin menjabat sebagai Ketua Umum PSSI, banyak kasus-kasus yang telah diperbuatnya, seperti dugaan suap, kebohongan publik, dan memanipulasi statuta FIFA . Para pecinta bola di seluruh Indonesia pun tidak tinggal diam, di mana-mana demo menuntut Nurdin dan mereka mulai mencekal dan menyuruh Nurdin Halid untuk turun dari jabatannya sekarang ini. 

Dan tidak tanggung-tanggung, salah satu klub besar di Indonesia pun merasa dirugikan selama Nurdin Halid menjabat sebagai Ketua Umum PSSI. Tetapi, goncangan-goncangan yang menerpa Nurdin, sama sekali tidak menyurutkan niatnya untuk mencalonkan diri lagi menjadi Ketua Umum PSSI untuk periode selanjutnya. Apa gerangan yang membuat Nurdin enggan melepaskan “gelar” Ketua Umum ini ? Entahlah, mungkin saja Nurdin hanya ingin menambahkan pundi-pundi kekayaannya sampai melimpah ruah. Selain itu, Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) pernah mengirimkan surat kepada PSSI agar melarang Nurdin Halid untuk menjabat kembali sebagai Ketua Umum PSSI pada 2007, alasannya karena Nurdin Halid pernah di proses dalam jalur pengadilan, akan tetapi Nurdin tetap saja bersikeras bahwa surat yang mereka terima dari FIFA tidak berisi kalimat seperti itu. 

Mungkin pengorbanan Nurdin dalam menutupi hal ini akan sia-sia saja, karena di dalam situs resmi FIFA itu terdapat surat yang menyatakan bahwa pemilihan Ketua Umum PSSI harus diulang dan juga harus disesuaikan dengan Statuta FIFA. Dengan demikian, sedikit harapan Nurdin untuk bisa kembali mencalonkan diri menjadi Ketua Umum PSSI periode selanjutnya, tetapi bisa jadi Nurdin akan membuat sensasi dengan mencalonkan diri lagi, entahlah. 

Dan baru-baru ini kasus Nurdin telah sampai di Benua Eropa, kejadiannya yaitu saat pertandingan Big Match Liga Primer Inggris antara Liverpool melawan Manchester United di Stadion Anfield. Terlihat dari bangku penonton, spanduk besar yang panjangnya kira-kira 4 meter, yang bertuliskan “NURDIN TURUN !!”. Ya, mereka adalah penduduk Indonesia yang bertempat tinggal di Inggris, tidak disangka merekapun kurang menyukai Nurdin Halid menjadi Ketua Umum PSSI. Dan yang paling menghebohkannya lagi, para supporter Liverpool ini ikut mendukung penduduk Indonesia menyuruh agar Nurdin Halid turun dari jabatannya. Memang luar biasa Nurdin Halid, mampu menyedot perhatian seluruh kalangan dari belahan Dunia ini. 

Juga, baru-baru ini FIFA mengeluarkan di situs resminya mengenai PSSI, dan berikut ini isinya: “Situasi dari Asosiasi Sepakbola Indonesia (PSSI) telah dibahas dalam Komite Asosiasi FIFA yang diselenggarakan di Zurich pada tanggal 1 Maret dan selama Komite Eksekutif FIFA yang diadakan di Zurich pada tanggal 3 Maret. Komite Eksekutif FIFA membuat keputusan berikut: "PSSI harus menyelenggarakan sidang umum pada tanggal 26 Maret 2011 untuk memilih komisi pemilu dan mengadopsi kode pemilihan berdasarkan kode standar FIFA pemilihan komisi pemilihan umum kemudian akan menyelenggarakan pemilihan sebelum 30 April 2011. Selain itu,. jika PSSI tidak mampu mendapatkan kembali kendali atas liga yang memisahkan diri, kasus tersebut akan diserahkan kepada Komite Eksekutif FIFA untuk suspensi potensial”. Komite Eksekutif juga mengakui bahwa Komite Banding PSSI tidak valid penerapan empat calon berjalan untuk presiden PSSI. Presiden FIFA, FIFA Sekretaris Jenderal dan Direktur Asosiasi FIFA telah bertemu wakil dari PSSI pada hari Senin 7 Maret dan Duta Besar Indonesia di Swiss serta Ketua NOC Indonesia pada hari Selasa 8 Maret di Zurich di Home FIFA . Mereka menjelaskan keputusan Komite Eksekutif FIFA selama pertemuan. Ada keputusan baru atau tindakan baru diputuskan selama rapat

Dan yang terakhir, apakah menurut anda Nurdin Halid ini pantas dilengserkan dari jabatannya sebagai Ketua Umum PSSI dengan cara yang sama yang dilakukan oleh “Rakyat Anti Khadafy”, yaitu memaksa Nurdin Halid agar mengundurkan diri dari jabatannya di PSSI, dan “PERLUKAH NURDIN HALID DI KHADAFY-KAN ?”.