Tampilkan postingan dengan label Asli Melayu Riau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Asli Melayu Riau. Tampilkan semua postingan

7.31.2011

Petang Megang, Tradisi Mandi Sore Jelang Ramadan di Pekanbaru


Seperti tahun-tahun sebelumnya, sehari menjelang Ramadan, masyarakat Pekanbaru melaksanakan tradisi Petang Megang. Acara tradisi ini adalah mandi sore hari menjelang bulan puasa.

Sebagaimana tahun sebelumnya, acara ini dipusatkan di tepi sungai Siak yang membelah jantung Kota Pekanbaru. Pelaksanaannya secara simbolis dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru dan Pemerintah Provinsi Riau bersama masyarakatnya.

Petang Megang, dulunya sebuah tradisi masyarakat mandi dengan wewangian. Misalnya dengan bunga yang nanti airnya diletakan dalam wadah secukupnya yang diberi jeruk nipis. Air ini pun diguyurkan ke badan dalam menyambut bulan yang penuh suci dan berkah itu.

Hanya saja, tradisi yang penuh suka cita itu, tidak lagi dilaksanakan sebagaimana dulunya masyarakat mandi bersama. Pemerintah setempat hanya secara simbolis memandikan beberapa bocah dengan air wewangian untuk mengenang tardisi nenek moyang masyarakat Melayu Riau.

Maklum saja, air sungai Siak kini tak lagi ramah untuk bermandi ria. Ini sehubungan air sungai yang terus tercemar oleh limbah rumah tangga dan industri.

Acara ini, biasanya juga diiringi alunan musik rebana. Sebait pantun bernuansa Islami juga meramaikan para panitia saat menyampaikan pidatonya. Puncak acara ini nantinya, akan melepas bebek ke tengah sungai. Masyarakat akan berlomba untuk menangkapnya.

Acara Petang Megang menjadi hiburan tersendiri bagi mayarakat di Pekanbaru. Ribuan masyarakat biasanya akan berkumpul di sekitar sungai Siak yang biasanya dilaksanakan di bawah jembatan Siak I.

Saat ini lokasi tempat pelaksanaan Petang Megang sudah ramai dijejali para pedagang makanan. Mereka sudah bersiap-siap menyambut kedatangan ribuan masyarakat yang akan menyaksikan pesta suka cita menyambut datangnya Ramadan.


"Saban tahun ramai sekali acara Petang Megang. Kita pun bisa menikmati tradisi itu sambil berjualan makanan," kata Romlah seorang pedagang makanan kepada detikcom.

Tak hanya di Sungai Siak, di Masjid Raya pekanbaru juga akan menyediakan takjil untuk 50 orang. Takjil itu akan disediakan selamam bula Ramadan.

Masjid Raya Pekanbaru, berada di kawasan Pasar Bawah Pekanbaru ditepi sungai Siak. Masjid yang didirikan pada tahun 1928 itu, saban bulan puasa menyediakan makanan ringan untuk berbuka puasa.

"Kita pengurus masjid saban puasa menyediakan hidangan makanan ringan dan minuman untuk berbuka puasa. Silahkan mampir ke masjid ini untuk menikmati hidangannya," kata Sofyan Hamid (61) pengurus masjid sejarah itu.

Walau pihak pengelola masjid menyediakan santapan berbuka hanya untuk 50 orang, jangan khawatir bakal kekurangan. Karena selain itu akan ada lagi sumbangan dari masyarakat sekitarnya. Maklum saja, masjid ini dikeliling rumah ruko dan di tengah denyut nadi perekonomian masyarakat.

"Bulan puasa nanti, masyarakat juga banyak memberikan sedekah untuk berbuka yang dititipkan di masjid ini. Jadi jumlahnya bisa lebih banyak lagi," kata Sofyan.

7.18.2011

Extreme Illusion from AXEL (Magician Pekanbaru)

The Extreme Illusion from AXEL the psychomind Magician..
 
 
Axel adalah seorang Magician Muda dari Indonesia, Yang sangat menyukai Dunia Sulap sejak Umur 7 Tahun, Axel Membangun dan merancang Ilusi-ilusinya sendiri dengan peralatan dan Tekhnik-tekhnik yang sederhana, Terinspirasi dari Idolanya "Criss Angel", Axel Berharap suatu saat Nanti akan menjadi Magician yang Dikenal di Indonesia dan Juga diluar Negeri.
 
 
Di video ini, Axel melakukan atraksi Extreme Illusion Magic, dimana Axel berusaha untuk memasukkan sebuah bor yang ia pinjam dari seseorang yang sedang memperbaiki sepeda motornya. Dilakukan di Ruang Terbuka dan Dilihat oleh banyak orang, dimana video ini Tidak ada Rekayasa alias Real Illusion dari Axel.

Untuk lebih jelasnya, silahkan anda lihat video dibawah ini:


Cameramen : Farid (orbetainment)
Cameramen : Eno (orbetainment)
Directed by : AXEL
Produced By : Helsie Kamsuir

5.29.2011

Asosiasi Sulap Pekanbaru (ASP)

ASOSIASI SULAP PEKANBARU ( ASP ) - Kali ini saya hanya memberikan info penting kepada seluruh pembaca setia Manajemen Emosi dimanapun berada, khususnya seluruh masyarakat di Pekanbaru bahwa saat ini Pekanbaru telah memiliki Komunitas Sulap yang tergabung dalam ASP ( ASOSIASI SULAP PEKANBARU ), sebagai ketua umum mas Dean Axel Ariestaufan  dan Ouckha Okay sebagai Sekretaris ( cantik lhoohh) he he

Bagi anda sobat semua yang hobi dengan sulap di kawasan Pekanbaru bisa langsung join di komunitas ini atau bagi siapa saja yang berminat untuk menerjuni bidang sulap sudah ada wadah nya di Pekanbaru. BERITA YANG SANGAT MEMBAHAGIAKAN. 

ASOSIASI SULAP PEKANBARU ( ASP )
 

AYO JOIN SEGERA KE ASOSIASI SULAP PEKANBARU ( ASP ) di Facebook !!!

Klik aja :


Sobat juga bisa berteman dengan admin ASOSIASI SULAP PEKANBARU ( ASP ) lho di Facebook. Ini saya kasih foto-foto kerennya...he he he dan link facebooknya untuk anda semua, ayo buruan add jadi temen...he he he  : 

1. Dean Axel Ariestaufan ( Ketua ASOSIASI SULAP PEKANBARU )

Ketua - ASOSIASI SULAP PEKANBARU ( ASP )
Dean Axel Ariestaufan waahh mirip limbad he he he he

2. Ouckha Okay ( Sekretaris ASOSIASI SULAP PEKANBARU )
Sekretaris - ASOSIASI SULAP PEKANBARU ( ASP )
Cantik kan ??? he he

3.  Gunggi Giannaskaf (creator)

Nah itulah admin  ASOSIASI SULAP PEKANBARU semoga membantu sahabat-sahabat kita ini memperkenalkan Magician Riau.....semangat..

4.20.2011

Atan Lasak, Musisi Asli Pekanbaru + Video


Mungkin beberapa masyarakat asli Riau khususnya Pekanbaru, sudah ada yang mengenal siapa itu Atan Lasak. Dengan nama asli Taufik Hidayat, sosok ini mungkin bisa di sebut penyanyi 'indie'. Biografi mengenai sosok ini belum bisa didapatkan, tetapi hasil atau karya dari Atan Lasak sudah banyak, diantaranya lagu-lagu khas Melayu. Berikut ini adalah beberapa video yang dikomandoi oleh Atan Lasak bersama The Band.

Atan Lasak - Atan Lasak


Atan Lasak - Mengejar Cahaya


Atan Lasak - Dimabuk Chatting

Gurindam Dua Belas, Petuah dari Bumi Melayu (Raja Ali Haji)


Gurindam Dua Belas, di buat oleh Raja Ali Haji bin Raja Haji Ahmad, lahir di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau. Beliau adalah ulama, sejarawan, dan pujangga. Dan berikut ini adalah isi dari Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji.


Pasal Pertama (1) Gurindam 12

Barang siapa tiada memegang agama
Segala-gala tiada boleh dibilang nama

Barang siapa mengenal yang empat
Maka yaitulah orang yang ma’rifat

Barang siapa mengenal Allah
Suruh dan tegaknya tiada ia menyalah

Barang siapa mengenal diri
Maka telah mengenal akan Tuhan yang bahri

Barang siapa mengenal dunia
Tahulah ia barang yang terpedaya

Barang siapa mengenal akhirat
Tahulah ia dunia mudharat


Pasal Kedua (2) Gurindam 12

Barang siapa mengenal yang tersebut
Tahulah ia makna takut

Barang siapa meninggalkan sembahyang
Seperti rumah tiada bertiang

Barang siapa meninggalkan puasa
Tidaklah mendapat dua termasa

Barang siapa meninggalkan zakat
Tiadalah hartanya beroleh berkat

Barang siapa meninggalkan haji
Tiadalah ia menyempurnakan janji


Pasal Ketiga (3) Gurindam 12

Apabila terpelihara mata
Sedikitlah cita-cita

Apabila terpelihara kuping
Khabar yang jahat tiadalah damping

Apabila terpelihara lidah
Niscaya dapat daripadanya faedah

Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan
Daripada segala berat dan ringan

Apabila perut terlalu penuh
Keluarlah fi’il yang tidak senonoh

Anggota tengah hendaklah ingat
Di situlah banyak orang yang hilang semangat

Hendaklah peliharakan kaki
Daripada berjalan yang membawa rugi

Hendaklah pelihara kaki *1
Daripada berjalan membawa rugi

Oleh: Raja Ali Jaji

*) bait ini terdapat dalam penerbitan Pemko Tanjung Pinang, Sedangkan dalam Risalah karya Mustari bait ini tidak terdapat (Mengisi Roh ke Dalam Jasad, Irwan Djamaluddin. 2007)


Pasal keempat (4) Gurindam 12

Hati itu kerajaan di dalam tubuh
Jikalau zalim segala anggota tubuh pun rubuh

Apabila dengki sudah bertanah
Datanglah daripadanya beberapa anak panah

Mengumpat dam memuji hendaklah pikir
Di situlah banyak orang yang tergelincir

Pekerjaan marah jangan dibela
Nanti hilang akal di kepala

Jika sedikitpun berbuat bohong
Boleh diumpamakan mulutnya itu pekung

Tanda orang yang amat celaka
Aib dirinya tiada ia sangka

Bakhil jangan diberi singgah
Itulah perompak yang amat gagah

Barang siapa yang sudah besar
Janganlah kelakuannya membuat kasar

Barang siapa perkataan kotor
Mulutnya itu umpama ketor

Di manakah salah diri
Jika tidak orang lain yang berperi

Pekerjaan takbur jangan direpih
Sebelum mati didapat juga sepih


Pasal Kelima (5) Gurindam 12

Jika hendak mengenal orang berbangsa
Lihat kepada budi dan bahasa

Jika hendak mengenal orang yang berbahagia
Sangat memeliharakan yang sia-sia

Jika hendak mengenal orang mulia
Lihatlah kepada kelakuan dia

Jika hendak mengenal orang yang berilmu
Bertanya dan belajar tiadalah jemu

Jika hendak mengenal orang yang berakal
Di dalam dunia mengambil bekal

Jika hendak mengenal orang yang baik perangai
Lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai


Pasal Keenam (6) Gurindam 12

Cahari olehmu akan sahabat
Yang boleh dijadikan obat

Cahari olehmu akan guru
Yang boleh tahukan tiap seteru

Cahari olehmu akan isteri
Yang boleh menyerahkan diri

Cahari olehmu akan kawan
Pilih segala orang yang setiawan

Cahari olehmu akan abdi
Yang ada baik sedikit budi


Pasal Ketujuh (7) Gurindam 12

Apabila banyak berkata-kata
Di situlah jalan masuk dusta

Apabila banyak berlebih-lebihan suka
Itu tanda hampirkan duka

Apabila kita kurang siasat
Itulah tanda pekerjaan hendak sesat

Apabila anak tidak dilatih
Jika besar bapanya letih

Apabila banyak mencacat orang
Itulah tanda dirinya kurang

Apabila orang yang banyak tidur
Sia-sia sajalah umur

Apabila mendengar akan kabar
Menerimanya itu hendaklah sabar

Apabila mendengar akan aduan
Membicarakannya itu hendaklah cemburuan

Apabila perkataan yang lemah lembut
Lekaslah segala orang mengikut

Apabila perkataan yang amat kasar
Lekaslah orang sekalian gusar

Apabila pekerjaan yang amat benar
Tidak boleh orang berbuat onar


Pasal Kedelapan (8) Gurindam 12

Barang siapa khianat akan dirinya
Apalagi kepada lainnya

Kepada dirinya ia aniaya
Orang itu jangan engkau percaya

Lidah suka membenarkan dirinya
Daripada yang lain dapat kesalahannya

Daripada memuji diri hendaklah sabar
Biar daripada orang datangnya kabar

Orang yang suka menampakkan jasa
Setengah daripadanya syirik mengaku kuasa

Kejahatan diri disembunyikan
Kebajikan diri diamkan

Ke’aiban orang jangan dibuka
Ke’aiban diri hendaklah sangka


Pasal ke Sembilan (9) Gurindam 12

Tahu pekerjaan tak baik tetapi dikerjakan
Bukannya manusia yaitulah syaitan

Kejahatan seorang perempuan tua
Itulah iblis punya penggawa

Kepada segala hamba-hamba raja
Di situlah syaitan tempatnya manja

Kebanyakan orang yang muda-muda
Di situlah syaitan tempat bergoda

Perkumpulan laki-laki dengan perempuan
Di situlah syaitan punya jamuan

Adapun orang tua(h) yang hemat
Syaitan tak suka membuat sahabat

Jika orang muda kuat berguru
Dengan syaitan jadi berseteru


Pasal ke Sepuluh (10) Gurindam 12

Dengan bapa jangan derhaka
Supaya Allah tidak murka

Dengan ibu hendaklah hormat
Supaya badan dapat selamat

Dengan anak janganlah lalai
Supaya boleh naik ke tengah balai

Dengan kawan hendaklah adil
Supaya tangannya jadi kapil


Pasal ke-11 (sebelas) Gurindam 12

Hendaklah berjasa
Kepada yang sebangsa

Hendak jadi kepala
Buang perangai yang cela

Hendaklah memegang amanat
Buanglah khianat

Hendak marah
Dahulukan hujjah

Hendak dimalui
Jangan memalui

Hendak ramai
Murahkan perangai

Pasal ke-12 (Dua Belas) Gurindam 12

Raja mufakat dengan menteri
Seperti kebun berpagarkan duri

Betul hati kepada raja
Tanda jadi sebarang kerja

Hukum adil atas rakyat
Tanda raja beroleh inayat

Kasihkan orang yang berilmu
Tanda rahmat atas dirimu

Hormat akan orang yang pandai
Tanda mengenal kasa dan cindai

Ingatkan dirinya mati
Itulah asal berbuat bakti

Akhirat itu terlalu nyata
Kepada hati yang tidak buta



Berbagai Sumber.